Begini Cara Atletico Mempermalukan Madrid

Diposting oleh Cak Rofiq pada 20:28, 08-Peb-15

atmisi.jpg Rekor tak terkalahkan Atleti atas Real Madrid musim ini kembali terjaga. Tidak hanya atas Los Galacticos, pada pertemuan mereka yang keempat ini Atletico bahkan mempermalukan Real Madrid dengan skor telak 4-0.

Real Madrid terlihat kalah segalanya dari Atleti. Meski unggul tipis dalam hal penguasaan bola 48%-52%, Ronaldo dkk hanya mampu melakukan empat tembakan sepanjang laga. Bandingkan dengan tuan rumah yang membukukan hingga 17 tembakan ke gawang.

El Real keropos di area bertahan, tiga bek utama mereka tak bisa tampil sekaligus. Pepe dan Sergio Ramos mengalami cedera sedangkan Marcelo masih menjalani hukuman kartu. Real hanya mendapatkan sedikit harapan dengan kembalinya Ronaldo pasca mendapatkan hukuman. Namun ternyata Ronaldo pun gagal menunjukan penampilan yang baik pada pertandingan kali ini.

Mematikan Lini Tengah Real Madrid

Simeone sepertinya sangat paham bagaimana meredam permainan Real Madrid. Skema 4-3-3 yang diperagakan oleh Ancelotti memang menitik beratkan pada tiga penyerang di depan melalui ketajamannya. Namun ketiga penyerang ini tidak akan mampu menjalankan tugasnya, tanpa suplai bola dari lini tengah. Ibaratnya tiga gelandang di tengah adalah mesin utama yang menjadi penggerak roda Real Madrid.

Maka lini tengah menjadi bagian yang diisolir oleh Simeone. Salah satu caranya adalah dengan memotong jalur umpan antara lini belakang dengan tengah. Cara yang sebenarnya serupa dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya musim ini.

Atletico melakukan pressing ketat hingga ke area bertahan Real Madrid. Empat bek yang ada tak pernah dibiarkan berlama-lama dengan bola. Memaksa lawan melakukan umpan panjang maupun pendek yang berujung pada kesalahan.

Minimal selalu ada tiga pemain yang tetap berada di wilayah Real Madrid dengan salah satu atau dua di antaranya aktif mengejar bola. Pergerakannya juga dinamis, tak terpaku pada Mandzukic atau Griezmann yang menjadi penyerang saja. Misalkan ketika Arda Turan sedang membayangi bek lawan, maka Mandzukic tidak segan untuk sedikit mundur dan melebar untuk menutup ruang kosong yang ditinggalkan Turan tadi. Cara ini mereka terapkan hampir di sepanjang pertandingan Jika diamati secara rinci, pressing Atleti ini baru mengendur 10 menit menjelang bubaran. Artinya, sepanjang 80 menit mereka terus menerus menekan lini belakang Real Madrid tiada henti.

Praktis tidak ada asupan bola ke lini depan Real Madrid karena lini belakang Atletico punya antisipasi yang baik terkait bola-bola panjang. Hal inilah yang menjadi penyebab kenapa hanya ada empat tembakan yang dilakukan oleh Real Madrid sepanjang pertandingan.

Menumpuk Pemain di Sisi Sayap

Selain saat bertahan, Atletico juga mampu membuat lini tengah Real Madrid seolah sedang tak berguna malam itu ketika mereka melakukan serangan. Area tengah lapangan sebisa mungkin dihindari dengan mengalirkan bola ke sayap. Para pemain tengah Atletico pun bergerak melebar dan membuat pertarungan di sisi lapangan ini mutlak milik mereka.

Tak tanggung-tanggung terutama di sisi kanan duet Juanfran dan Arda Turan dibantu oleh dua gelandang tengah sekaligus, Tiago dan Gabi. Selain akhirnya kuat dalam menyerang karena pola segitiga yang dibuat membuat opsi mengumpan menjadi banyak. Hal ini juga bertujuan agar ketika bola terlepas dari penguasaan mereka jadi lebih mudah mengambil alih kembali. Melihat hal ini Ancelotti mencoba menetralisir keadaan. Pada babak kedua ia memasukan Jese, seorang pemain yang piawai menyisir lapangan untuk menggantikan Khedira. Ternyata cara ini juga tak mengubah banyak karena pemain muda Spanyol tersebut masih kalah bertarung melawan gelandang Atleti. Bukti keampuhan dari permainan sayap yang dilakukan oleh Simeone adalah semua gol yang terjadi berawal dari serangan sayap, dengan tiga di antaranya lewat sisi kanan. Pembacaan Bola Buruk dari Bek Real Madrid Karena mengandalkan sayap dalam menyerang, maka otomatis akan banyak umpan silang kemudian yang dilancarkan oleh Atletico. Meski begitu tiga dari empat gol yang dilakukan oleh Atletico justru diperoleh dari assist di kotak penalti. Hasil umpan silang tersebut beberapa kali diumpan ke orang kedua ketimbang eksekusi langsung. Hal ini karena penjagaan pemain dan membaca bola yang buruk dari bek tengah Real Madrid. Memang tak bisa menyalahkan hanya ke kedua bek tengah saja, mudahnya Atleti melakukan umpan silang juga patut dipertanyakan.

Absennya tiga bek utama Real Madrid ternyata punya pengaruh besar terhadap hasil pertandingan. Pada laga sebelumnya saat Sergio Ramos tampil, ia membuat dua kesalahan fatal yang mengakibatkan gol untuk Atleti di ajang Copa Del Rey silam. Tetapi secara umum penampilannya tidak terlalu buruk, mampu menghalau terutama bola-bola di udara.

Coentrao yang bermain menggantikan Marcelo terus menerus dihajar sayap Atleti dan membuatnya kepayahan. Jangankan membantu serangan dengan maju ke sepertiga akhir, mencegah umpan silang saja ia tak mampu. Masalah yang sama juga dialami oleh Carvajal yang turut bertanggung jawab atas gol kedua oleh Saul Niguez.

Grafis umpan kunci dan assist Atletico

Lini pertahanan yang buruk secara langsung juga mempengaruhi lini tengah Real Madrid yang tak leluasa menyerang. Toni Kroos yang menjadi jenderal di lapangan tengah sebenarnya bermain apik, hingga menit 70 akurasi umpannya sempurna tanpa kesalahan. Tetapi posisinya amat jarang berada di tempat yang tepat untuk mengumpan ke sepertiga akhir lawan. Berkutat terus menerus melindungi bek membuatnya hanya beroperasi sebagian besar di wilayah sendiri.

Kesimpulan

Ancelotti gagal menemukan formula tepat mengalahkan Atletico. Sementara Simeone tetap mampu tersenyum karena musim kini ia belum terkalahkan melawan rival sekotanya tersebut. Cara yang dilakukan tetap sama, yakni melakukan pressing untuk menutup aliran bola.

Di linimasa semalam sempat ramai anggapan bahwa Real Madrid bermain tidak semangat. Terutama ditujukan kepada pemain terbaik dunia Cristiano Ronaldo. Bahkan urusan percintaannya pun sempat menjadi topik pembahasan. Mungkin ada benarnya, tetapi jika kita lebih dalam, Ronaldo memang tidak mendapatkan aliran bola yang cukup pada pertandingan kali ini. Jadi bagaimana dia menunjukan kemampuan maksimalnya jika mendapatkan bola pun dia kesulitan.

Real Madrid kalah segalanya dari Atletico mulai dari penempatan pemain, pemilihan taktik hingga semangat bertanding jika ingin diselipkan. Lini depan boleh melakukan klaim sebagai yang terbaik di dunia, tetapi tak ada gunanya kemudian jika bola dari lini kedua ternyata macet. Musim sebelumnya masih ada nama Di Maria yang siap mendobrak dari sisi ini jika sedang mengalami kebuntuan. Pemain yang kini berseragam Man United itu juga yang menjadi kekuatan utama melakukan serangan balik berbahaya. Jurus ampuh yang mengantarkan mereka menjadi jawara Eropa musim lalu.

Meski tetap kokoh di puncak klasemen sementara, bahkan jika pesaing terdekatnya Barcelona malam ini menang. Real Madrid masih perlu waspada dan mencari cara lain jika mengalami kondisi yang demikian. Bahkan kesebelasan yang mematahkan rekor tak terkalahkan mereka Valencia, juga memakai cara ini. Bukan tidak mungkin posisinya akan tergelincir dan kehilangan gelar paling tidak di Liga Domestik setelah disingkirkan oleh Atletico di ajang Copa Del Rey. ====

Uzbekistan Jadi Lawan Pertama Indonesia di Piala Asia U-19

Diposting oleh Cak Rofiq pada 18:49, 26-Apr-14

- Uzbekistan menjadi lawan pertama yang akan dihadapi Indonesia di putaran Grup B Piala Asia U-19 2014 bulan Oktober mendatang di Myanmar.

• Pertandingan tersebut dijadwalkan pada 9 Oktober, yang merupakan hari pertama turnamen yang digelar di dua kota di Myanmar, 9-23 Oktober.

Berikutnya Evan Dimas dkk. akan berduel melawan Australia pada 11 Oktober, sebelum merampungkan fase grupnya dengan menghadapi Uni Emirat Arab pada 13 Oktober.

Demikian jadwal pertandingan turnamen yang telah dirilis AFC. Hanya saja, lagi-lagi sepakbola Asia membuat jadwal ketat untuk sebuah turnamen, karena setiap tim mesti bertanding dua hari sekali.

Di babak knockout, tim yang lolos dari Grup B akan bertemu perwakilan Grup A: juara grup melawan runner-up, dan sebaliknya. Grup A dihuni Myanmar, Iran, Thailand, dan Yaman.

Juara dan runner-up dari keempat grup lolos ke babak perempatfinal. Empat semifinalis otomatis tampil di Piala Dunia U-20 tahun 2015.


Jadwal Grup B Piala Asia U-19 2014

9 Oktober Uzbekistan vs Indonesia Australia vs UEA

11 Oktober UEA vs Uzbekistan Indonesia vs Australia

13 Oktober Uzbekistan vs Australia UEA vs Indonesia

demikian salam olahraga.

Wassalamu'alaikum.Wr.Wb

MAKNA AKSARA JAWA

Diposting oleh Cak Rofiq pada 01:25, 05-Peb-14

Asalamu'alaikum.Wr.Wb

hjawa1.png


•Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada ” utusan ” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja.Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan).

• Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ”saatnya ( dipanggil ) ” tidak boleh sawala ” mengelak ” manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.

• Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Ilahi) dengan yang diberi hidup ( makhluk ).Maksdunya padha ” sama ” atau sesuai,jumbuh, cocok ” tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu ” menang, unggul ”sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan ”sekedar menang ”atau menang tidak sportif.

• Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.Maksudnya manusia harus pasrah,sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.

Makna Huruf HANACARAKA


1. Ha Hana hurip wening suci – adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci

2. Na Nur candra, gaib candra, warsitaning candara – pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi

3. Ca Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi – arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal

4. Ra Rasaingsun handulusih – rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani

5. Ka Karsaningsun memayuhayuning bawana – hasrat diarahkan untuk kesajeteraan alam

6. Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan – menerima hidup apa adanya

7. Ta Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa – mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup

8. Sa Sifat ingsun handulu sifatullah –membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan

9. Wa Wujud hana tan kena kinira – ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas

10. La Lir handaya paseban jati – mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi

11. Pa Papan kang tanpa kiblat – Hakekat Allah yang ada disegala arah

12. Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane – Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar

13. Ja Jumbuhing kawula lan Gusti – Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya

14. Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi – yakin atas titah/kodrat Illahi

15. Nya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki – memahami kodrat kehidupan

16. Ma Madep mantep manembah mring Ilahi – yakin/mantap dalam menyembah Ilahi

17. Ga Guru sejati sing muruki – belajar pada guru nurani

18. Ba Bayu sejati kang andalani – menyelaraskan diri pada gerak alam

19. Tha Tukul saka niat – sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan

20. Nga Ngracut busananing manungso – melepaskan egoisme pribadi manusia

Dalam kisah AJISAKA

ha na ca ra ka Dikisahkanlah tentang dua orang abdi yang setia da ta sa wa la Keduanya terlibat perselisihan dan akhirnya berkelahi

pa da ja ya nya Mereka sama-sama kuat dan tangguh

ma ga ba tha nga Akhirnya kedua abdi itu pun tewas bersama

Aksara Jawa ha-na-ca-ra- ka mewakili spiritualitas orang Jawa yang terdalam: yaitu kerinduannya akan harmoni dan ketakutannya akan segala sesuatu yang dapat memecah-belah harmoni. Konon aksara Jawa ini diciptakan oleh Ajisaka untuk mengenang kedua abdinya yang setia.Dikisahkan Ajisaka hendak pergi mengembara, dan ia berpesan pada seorang abdinya yang setia agar menjaga keris pusakanya dan mewanti-wanti:
janganlah memberikan keris itu pada orang lain, kecuali dirinya sendiri: Ajisaka. Setelah sekian lama mengembara, di negeri perantauan, Ajisaka teringat akan pusaka yang ia tinggalkan di tanah kelahirannya. Maka ia pun mengutus seorang abdinya yang lain, yang juga setia, agar dia pulang dan mengambil keris pusaka itu di tanah leluhur. Kepada abdi yang setia ini dia mewanti-wanti: jangan sekali-kali kembali ke hadapannya kecuali membawa keris pusakanya. Ironisnya, kedua abdi yang sama-sama setia dan militan itu, akhirnya harus berkelahi dan tewas bersama: hanya karena tidak ada dialog di antara mereka. Bukankah sebenarnya keduanya mengemban misi yang sama: yaitu memegang teguh amanat junjungannya? Dan lebih ironis lagi, kisah tragis tentang dua abdi yang setia ini selalu berulang dari jaman ke jaman, bahkan dari generasi ke generasi.

semoga bermanfa'at

Wassalamu'alaikum.Wr.Wb

JADWAL TIMNAS U-19:Ujicoba dan Jumpa Fans

Diposting oleh Cak Rofiq pada 01:16, 01-Peb-14

Assalamu'alaikum.Wr.Wb



jadwal-timnas-u-19.jpg
Setelah lebih dari tiga pekan menjalani pelatnas tahap kedua, tim nasional Indonesia U-19 bakal berujicoba. Melakoni tur ke tiga provinsi,mereka juga akan melakukan jumpa fans sebanyak 12 kali.

Evan Dimas dkk. sudah melakoni pelatnas tahap kedua sejak 7 Januari lalu. Sesudah tahap pertama masalah fisik menjadi titi beratnya,tahap kali ini difokuskan untuk menggembleng skill dan pemahaman taktik para pemain.

Setelah hampir sebulan menjalani latihan,timnas U-19 pun kini bakal menjajal hasil latihan itu dengan menjajal tim-tim yang berasal dari Yogyakarta, Jawa Tengah,serta Kalimantan Timur.

Bakal melakoni sebanyak 13 pertandingan dari bulan Februari hingga pertengahan Maret,jadwal padat timnas itu juga disisipi oleh 12 kali acara jumpa fans.

timnasu19.jpg?w=400


PSS Sleman akan menjadi lawan pertama yang bakal di jajal olah skuat 'Garuda Muda' pada 3 Februari mendatang. Dua hari setelahnya,Persiba Bantul menjadi lawan berikutnya,sementara tim Pra Pon DIY bakal menjadi penutup uji coba di 'kota gudheg' itu.

Laga ujicoba timnas U-19 berlanjut saat berhadapan dengan tim Pra PON Jawa Tengah di stadion Manahan, Solo, pada 9 Februari.Di Jawa Tengah, tim besutan Indra Sjafri itu juga akan berhadapan dengan PSIS Semarang (14 Februari), dan Persijap Jepara (17 Februari).

Setelah beristirahat selama empat hari, tim Persebaya Surabaya U-21 bakal menjadi lawan timnas U-19 berikutnya. Hingga tanggal 28 Februari,skuat 'Merah Putih'berturut-turutbakal menghadapi tim Pra Pon Jatim,Arema U-21, serta Persikoba Batu Malang.

Tur timnas U-19 akan berlanjut di pulau Borneo dari 9-17 Maret mendatang. Persiba Balikpapan,Persisam Putra Samarinda, dan Mitra Kukar yang bakal menjadi lawan latih tandingnya.

Soal acara jumpa fans, sekretaris Badan Tim Nasional (BTN) Sefdin Syaifudin pun memberikan penjelasan.

"Kenapa jumpa fansnya 12 kali untuk memberi waktu kepada fans untuk bertemu timnas U-19.Jadi, nanti pada saat mereka uji coba lapangan,latihan sampai pertandingan, itu tidak diganggu-ganggu sama fans. Makanya kami kasih waktu,"kata Sefdin,Kamis (30/1/2014).

"Tapi kalau saat latihan, para penggemar mau melihat timnas ya tidak apa-apa. Melihat boleh,tapi tidak untuk mendekat," imbuhnya. biggrin smile

sekian salam olahraga

Wassalamu'alaikum.Wr.Wb

Sekaten dalam Spirit Maulid Nabi

Diposting oleh Cak Rofiq pada 04:24, 27-Jan-14

sejumlah-penari-membawaka.jpg


Dalam khazanah spiritual budaya Jawa,sebuah tradisi memang memiliki akar yang sangat kuat bagi kalangan masyarakat sekitar. Bahkan,tradisi itu dianggap sebagai simbol keselamatan dan keberkatan dari Tuhan sehingga perlu dilestarikan eksistensinya. Sebagai sebuah warisan sejarah,sebuah tradisi ritual tidak bisa lepas dari kepercayaan masyarakat sebelumnya yang sudah mengenal upacara-upacara keagamaan yang bersifat mistis-religius.

Diantara sekian banyak tradisi dan budaya yang menarik dicermati adalah perayaan sekaten yang biasa digelar menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad. Sekaten merupakan salah satu kebudayaan yang lahir dan tumbuh berkembang atas dasar inspirasi Islam yang mengandung nilai-nilai spiritual agama. Dalam sekaten terdapat relasi positif antara aspek budaya dan agama, bahkan bisa dikatakan bahwa “akar tunjang” Sekaten itu sesungguhnya adalah agama (Asep Purnama Bahtiar, 2005).

Genealogi Sekaten

Lalu, siapa yang sebenarnya pertama kali menggagas tradisi Sekaten di kalangan masyarakat Yogyakarta? Sejarah awal Sekaten, sebenarnya digagas oleh Walisongo dalam rangka dakwah di Pulau Jawa. Pada mulanya adalah media untuk melakukan doa tolak bala. Ketika itu, masyarakat dilanda banyak bencana, mulai dari kemarau panjang, gagal panen, wabah penyakit menular, hingga kematian ternak yang cukup banyak. Dari berbagai bencana tersebut, Walisongo sangat prihatin dan dilakukanlah berbagai usaha dalam rangka memberi ketenangan dan kesejahteraan kepada masyarakat.

Secara historis, tradisi sekaten berkembang dari masa ke masa sampai mencapai puncaknya ketika ritus religius ini dirayakan secara berkala oleh seluruh masyarakat Yogyakarta. Bila kita bercemin pada akar kelahiran tradisi Sekaten, di situ kita akan menemukan sebuah transisi spiritual budaya Jawa yang memiliki nilai mistis. Kendati tradisi sekaten bukan merupakan warisan murni ajaran Islam, namun hal itu mengandung khazanah spiritual Jawa yang sangat fenomenal dan menakjubkan. Sebagai warisan budaya, sekaten akhirnya berkembang dengan cepat di kalangan masyarakat luas yang mencerminkan harmoni Islam dan kearifan lokal (local wisdom).

Tradisi sekaten sesungguhnya berkaitan langsung dengan masa peralihan Majapahit ke Demak yang mencoba menanamkan nilai-nilai ajaran Islam yang berbasis budaya dan menyentuh terhadap sanubari masyarakat. Pada masa peralihan ini, tradisi sekaten mulai diperkenalkan sebagai bagian dari upaya untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad. Tradisi sekaten pun mulai diterima dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat sebagai salah satu dari sekian tradisi lokal yang berwawasan keislaman.

Intinya, perayaan sekaten sudah ada pada zaman kerajaan Demak ketika Raden Patah menjadi rajanya. Perayaan sekaten ini dilaksanakan langsung oleh para wali pada tanggal 5-12 Rabiul awwal dengan maksud memperingati maulid Nabi Muhammad dan juga untuk menyiarkan dakwah agama Islam kepada masyarakat dengan semangat harmoni dan damai.

Filosofi Sekaten dan Spirit Maulid

Upacara Sekaten bertujuan untuk memeriahkan peringatan ulang tahun Nab muhammad yang diadakan pada tiap tanggal 5 bulan Jawa Mulud (rabiul awal tahun Hijrah) di alun-alun utara Yogyakarta (dan juga di alun-alun Surakarta secara bersamaan). Konon, nama ini merupakan hasil evolusi panjang dari kata “syahadatain”, yang kini kemudian menjadi kata sekaten. Upacara ini dulunya dipakai oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam.

Sementara itu, acara puncak peringatan sekaten ini ditandai dengan Grebeg Muludan yang diadakan pada tanggal 12 (persis di hari ulang tahun Nabi Muhammad. Dengan pengawalan prajurit Kraton, sebuah Gunungan yang terbuat dari beras ketan, makanan dan buah-buahan serta sayur-sayuan dibawa dari istana Kemandungan melewati Sitihinggil dan Pagelaran menuju masjid Agung. Arakan gunungan yang berisi berbagai macam hasil pertanian menjadi simbol berkah Sultan kepada rakyatnya.

Dalam beberapa penelitian, Gunungan pun memiliki makna filosofi yang mengandung unsur-unsur religius guna memohon keberkata kepada Tuhan. Simbol Gunungan itu menemukan makna filosofinya yang mencerminkan ketaatan rakyat kepada rajanya. Simbol Gunungan dalam tradisi sekaten bukan sekadar bermakna “pengharapan keberkatan dan kemuliaan”,namun lebih daripada itu sebagai momentum untuk merefleksikan diri atas keteladanan Nabi Muhammad yang menjadi tonggak utama pilar keislaman.

Sakaten dan Komersialisasi Perayaan

Pada upacara sakaten, biasanya diadakan pasar malam selama satu bulan lebih yang bertujuan untuk sekadar memeriahkan ritus religius itu. Kemeriahan malam sekaten, tampak sekali pada acara puncaknya yang bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad sehingga banyak warga Yogyakarta yang berbondong-bondong untuk sekadar mengikuti ritual sekaten yang sudah menjadi simbol budaya bagi masyarakat Jawa secara umum.

Tidak heran bila sekaten yang merupakan produk budaya hasil kreasi para wali figur- figur pemegang otoritas dan pengampu bidang agama pada masa lalu-memiliki substansi yang cukup kental dengan nuansa spiritual dan nilai- nilai sakral keagamaan. Tidak jarang perayaan sekaten oleh masyarakat Jawa, diidentikkan sebagai bagian integral dari ritus agama yang terbingkai dalam spirit Maulid Nabi. Maka ide dasar perayaan saketan, sesungguhnya berkaitan dengan syiar dan dakwah agama yang memuat simbol syahadatain.

Ironisnya, upacara sekaten dalam konteks kekinian mulai tergerus oleh budaya hedonis masyarakat Yogyakarta sendiri yang telah terjebak dengan komersialisasi perayaan yang tidak ada manfaatnya. Masyarakat lebih mementingkan kemeriahan pasar malamnya, daripada perenungan terhadap keteladanan Nabi Muhammad itu sendiri, sehingga nilai signifikansi dari sekaten tampak kering rohani dan spiritual. Maka, upacara sekaten setiap tahun mesti dikembalikan pada fungsinya semula, yakni dengan menekankan fungsi dakwah dan menyiarkan Islam secara damai.

Dari tahun ke tahun, sekaten pun hanya untuk tontonan, bukan tuntunan. sekaten belum berfungsi sebagai forum yang mengutamakan aspek dakwah yang menjadi spirit dalam Maulid Nabi, melainkan hanya perayaan, hiburan dan pasar malam. Kita boleh mengatakan, bahwa kadar dakwahnya tak lebih dari 15% saja.

semoga bermanfa'at

Sumber:republika.co.id

Wassalamu'alaikum.Wr.Wb